Hadapi Invasi Sejarah dengan Sejarah Bangsa

Jakarta (TanahImpian) - Suka tidak suka, sudah sejak lama kita menjadi sasaran invasi sejarah bangsa lain. 

"Perang Senjata hanya Memenangkan Kekuasaan Politik saja, sementara Perang Sejarah Memenangkan Kekuasaan Pola Pikir Bangsa" (Sapto Satrio Mulyo)

Mulai dari "Penghapusan Sejarah Prilaku Bangsa". Ini adalah hal yang paling esensial dari sebuah Bangsa. 

Mungkin Anda bertanya apa yang saya maksud dengan Penghapusan Sejarah Prilaku Bangssa?

Coba tengok ke belakang, penghilangan atau penghapusan pelajaran Budi Pekerti yang notabne adalah Warisan Leluhur kita, dihapus dengan pelajaran Agama, yang kini menjadi rancu, dan melahirkan banyak aliran/mazhab, bahkan hingga aliran yang radikal.

Mereka para orang-orang Arab itu berhasil mengadu domba kita semua.

Ayo kawan kita pelajari sejarah besarnya Leluhur Nusantara, ayo kembali membangun bangsa jangan mau dibodohi dengan serangan sugesti yang mereka hembuskan.

Arab-arab itu pada mengaku pribumi, karema mereka sama-sama berkulit dan berwajah mirip orang pribumi, dan mereka yang melempar kebencian kepada orang-orang Cina.

Orang-orang Arab itu tidak sadar, zaman Belanda, mereka sama-sama menikmati kasta yang sama dengan orang-orang Cina, dan sama-sama menindas Pribumi demi Belanda.

Ayo kawan kita hilangkan sentimen etnis, kini mereka adalaah WNI. 

Himbauan saya, bagi etnis manapun, baik Arab, Cina, atau India yang sudah WNI, cintailah Indonesia dengan sepenuh hati, baik kelebihan maupun kekurangannya.

Tapi kalau kalian masih sering melakukan romantisme asal usul kalian, Pulang sajalah ke negeri kalian, dan jangan mengaku WNI lagi. Dan bagi Pribumi yang terpengaruh oleh ajakan mereka, silahkan enyah dari Ibu Pertiwi, sebagai renungan mungin Anda dapat membaca "Nasehat Orang Dungu : Yang Penting se-Iman"

Ingat kalian mencari makan di Tanah Ibu Pertiwi. Jika Anda berakhlak, paling tidak Anda dapat berterimakasih. (Sapto Satrio Mulyo)

Foto : Istimewa